Home Artikel Doa Berlindung Dari Empat Perkara

Doa Berlindung Dari Empat Perkara

311
0

Doa Berlindung Dari Empat Perkara … Doa ini bermaksud memohon permintaan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari 4 hal, yaitu ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan doa yang tidak dikabulkan.

Disini disediakan Doa Berlindung Dari Empat Perkara yang boleh diamalkan dalam kehidupan seharian…. semoga bermanafaat…

Doa Berlindung Dari Empat Perkara

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ ، وَمِنْ قَلْبٍ لاَ
يَْشَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لََا

Maksudnya:

“Wahai Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari ilmu
yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari nafsu yang tidak puas, dan dari doa yang tidak diterima.”

Riwayat Muslim (7081), Abu Daud
(1458), al-Tirmizi (3482), al-Nasa’ie
(5536), Ibn Majah (3837) Ahmad
(19402) dan Ibn Hibban (1015)


Pegajaran Ayat:

• Anjuran kepada kita agar senantiasa berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah ta’ala dari empat perkara yang disebutkan di dalam hadits ini.
• Di dalam hadits ini terdapat petunjuk bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam banyak berlindung kepada Allah dari empat keburukan, padahal beliau adalah hamba Allah yang paling bertakwa dan telah mendapat jaminan dari Allah berupa pengampunan terhadap dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang. Maka kita sebagai umatnya yang menginginkan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat agar semakin semangat dalam memperbanyak bacaan doa tersebut.

Keterangan:

Ilmu yang tidak bermanfaat. Maksudnya: ilmu yang tidak mendatangkan manfaat bagi pemiliknya di dunia dan akhirat. Akan tetapi justru ilmu tersebut menjadi bencana dan penyebab kesengsaraan dan kebinasaannya. Dengan sebab ilmu tersebut dia menjadi orang yang tersesat di dunia dari jalan Allah yang lurus, dan di akhirat menyebabkan dirinya disiksa oleh Allah di alam kubur maupun di dalam api neraka. Nau’udzu billah min dzalik.

Beberapa ilmu yang tidak bermanfaat bagi pemiliknya:

• Ilmu Sihir. Mempelajari, mengajarkan dan mempraktekkan ilmu ini hukumnya haram, dan bahkan merupakan kekufuran. Allah ta’ala berfirman: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia…”.
(QS. Al-Baqarah [2]: 102).

• Ilmu Kalam dan Ilmu Filsafat. Ilmu ini termasuk ilmu yang tidak bermanfaat karena banyak mudharatnya. Bahkan dapat menjerumuskan orang yang mempelajarinya ke dalam keragu-raguan terhadap suatu kebenaran, kebingungan dan kesesatan.

Hati yang tidak khusyu’. Maksudnya: hati yang tidak mampu menghayati dan merenungkan ayat-ayat Allah dan tidak merasakan ketenangan di dalam hatinya pada saat berdzikir kepada Allah, serta tidak merasa takut kepada-Nya.

Allah ta’ala berfirman dalam beberapa ayat Al-Qur’an tentang ciri-ciri orang yang beriman: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’ad [13]: 28).

Doa yang tidak didengarkan oleh Allah. Jika kita berdoa kepada Allah dengan meminta segala hajat dunia dan akhirat, dan ternyata Allah tidak mendengar doa dan permohonan kita, apalagi mengabulkannya, maka ini termasuk musibah dan kerugian yang paling besar yang menimpa kita. sebab kita semua adalah hamba-hamba-Nya yang sangat fakir di hadapan-Nya.

Doa atau permohonan seorang hamba tidak didengar oleh Allah disebabkan beberapa hal, di antaranya:

• Tidak ikhlas dalam berdoa.
• Doa untuk perbuatan dosa dan memotong tali silaturahim.
• Tergesa-gesa agar Allah segera mengabulkan doanya.
• Memperoleh harta dengan cara yang haram, serta mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram.
• Meninggalkan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar.

Jiwa yang tidak kenyang. Maksudnya: jiwa yang tidak pernah merasa qona’ah (puas dan cukup) dan tidak bersyukur atas segala nikmat duniawi yang Allah anugerahkan kepadanya. Adapun tidak pernah merasa puas terhadap kenikmatan ukhrawi dan ingin agar selalu ditambahkan kepadanya, maka hal tersebut tidak tercela, bahkan sangat terpuji dan diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya, sebagaimana firman Allah: “…dan katakanlah: Wahai Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan (yang bermanfaat, pent).”
(QS. Thaha [20]: 114).


HIMPUNAN DOA HARIAN  PILIHAN


“DOA ADALAH SENJATA ORANG MUKMIN”

ADAB BERDOA
Allah Berjanji Untuk Mengabulkan Doa Orang yang Berdoa. Dibawah ini diberikan beberapa adab berdoa berpandukan al-Quran dan hadis.

Allah berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” Al Baqarah: 186

Ada beberapa adab dan peraturan yang disunahkan agar mendapat kelebihan dan barakah dari Allah dan supaya doa itu dimakbulkan. Berikut ini diberikan beberapa panduan menurut Al-Quran dan sunnah.
  1. Sebaik-baiknya berwudhu’ Sebelum Berdoa
  2. Merapatkan kedua-dua belah tapak tangan dan mengangkatnya ke paras dada.
  3. Betulkan kedudukan dalam keadaan sopan seperti duduk iftirasy dan duduk tahiyat akhir. Jika berdiri tegakkan badan betul-betul dan jangan menyandar / bersandar.
  4. Mengarahkan badan menghadap kearah qiblat.
  5. Sabda Rasul s.a.w.: Tiap tiap doa akan terhalang sehingga dia bersalawat kepada Nabi s.a.w. (Hadis Hasan) Doa hendaklah dimulakan dan diakhirkan dengan berselawat ke atas Nabi Muhammad s.a.w.
  6. Berdoalah dengan penuh keyakinan dan bersungguh-sungguh dengan penuh pengharapan.
  7. Perbanyakkan memuji kebesaran allah dan menyebut nama-nama allah yang lain yang bersesuaian dengan keperluan doa kita pada masa itu.
  8. Berdoalah dengan suara yang lembut
  9. Mengulangi setiap pemohonan sebanyak tiga kali
  10. Berdoa Sambil Menangis
  11. Berdoa Pada Beberapa Waktu dan Keadaan yang Mustajab
  12. Tidak tergesa-gesa dan tidak bosan untuk terus berdoa.
  13. Tidak berdoa untuk suatu dosa atau untuk memutus silaturahim.
  14. Berdoa dengan doa yang ma’tsur dan jawami’ al-du’a’ (doa-doa yang singkat dan padat namun menghimpun segenap kebaikan).
  15. Mendoakan diri sendiri sebelum mendoakan orang lain.
Doa Berlindung Dari Empat Perkara…..Berdoa adalah ibadah…..Hendaklah seseorang Muslim memperhatikan adab-adab dan syarat-syarat dalam berdoa yang merupakan sebab ditunaikan doa. Sesiapa memenuhinya, maka dia akan mendapat segala yang diminta dan sesiapa yang mengabaikannya, dialah orang yang melampaui batas dalam berdoa sehingga tidak ditunaikan doanya.